Sisi Persona
Kumpulan artikel, opini, dan analisis mendalam seputar topik Sisi Persona.
10 Postingan
Mereka yang Terlupa Sepanjang Proklamasi
Artikel ini mengulas tentang pentingnya mengakui peran masyarakat akar rumput dan tokoh-tokoh daerah yang sering terlupakan dalam sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Secara khusus, tulisan ini menyoroti sosok Shodanco Singgih, seorang komandan peleton PETA di Rengasdengklok. Dalam Peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945, Singgih bertanggung jawab menjaga keamanan Soekarno dan Mohammad Hatta dari potensi bentrokan atau campur tangan tentara Jepang. Keberhasilannya menciptakan kondisi yang aman di Rengasdengklok memungkinkan terciptanya kesepakatan antara golongan muda dan golongan tua untuk melangsungkan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Kisah Shodanco Singgih menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari kolaborasi dan pengorbanan banyak pihak yang bekerja di balik layar, bukan hanya para tokoh besar nasional.

Obituari John L. Esposito: Jembatan Islam-Barat Itu Telah Tiada
Obituari John L. Esposito, akademisi Katolik-Amerika yang mendedikasikan hidupnya sebagai jembatan pemikiran antara dunia Islam dan Barat. Lewat karya dan dialog antariman, ia mematahkan stigma negatif serta menyuguhkan wajah Islam yang ramah, moderat, dan inklusif.
Suhud S. Kusumo Sang Pengibar Merah Putih
Dalam historiografi Indonesia, Suhud Sastro Kusumo sering kali hanya disebut secara singkat sebagai "pendamping Latief Hendraningrat". Akibatnya, riwayat hidup dan kiprahnya di luar peristiwa Proklamasi kurang mendapat perhatian.

Basrizal Koto dan Kunci Menaklukan Takdir
Berbekal keteguhan dalam memegang komitmen, ditambah kepandaiannya dalam berkomunikasi merubah takdir hidup seorang Basrizal Koto. Semula, lahir dari keluarga dengan banyak keterbatasan membuatnya menjadi sosok inspiratif untuk komunitasnya.

Latief Hendraningrat: Penjaga Detik-Detik Kelahiran Republik
Nama Latief Hendraningrat lebih sering dikenang sebagai pengibar Sang Saka Merah Putih pertama, padahal perannya jauh lebih luas. Ia adalah seorang perwira PETA yang bertanggung jawab atas keamanan upacara Proklamasi sekaligus bagian dari jaringan militer yang mendukung proses lahirnya Republik. Sejarawan menilai bahwa tanpa kesiapan tokoh-tokoh seperti Latief, upacara Proklamasi berpotensi menghadapi gangguan dari pihak militer Jepang.

Mereka Yang Terlupakan Dalam Sejarah
Sejarah sering kali mengingat tokoh-tokoh besar dibanding kerja-kerja kolektif yang melahirkan sebuah bangsa. Padahal kemerdekaan sebuah bangsa tidak lahir dari satu tangan.

Model Komunikasi Sepanjang Sejarah
Membedah model dan gaya komunikasi presiden Republik Indonesia dari masa ke masa, mulai dari presiden Soekarno hingga Prabowo. Menilisik model dan gaya komunikasi, latar jaman yang mempengaruhi, media yang digunakan, dan kelemahan dari gaya komunikasi yang dijalankan sang presiden.

Dari Pidato Kenegaraan hingga Algoritma Media Sosial
Bagian 2 dari 16 tulisan Komunikasi era Soekarno