Kategori

Sisi Utama

Kumpulan artikel, opini, dan analisis mendalam seputar topik Sisi Utama.

22 Postingan
Menunggu Berujung Duka

Menunggu Berujung Duka

Artikel ini mengulas secara mendalam tragedi wafatnya almarhum Yurizal Tri Chaerawan pasca curhat penantian 8 jam di IGD yang justru berbalas perundungan oleh oknum nakes. Bagaimana kebijakan politik JKN yang kaku sering kali diterjemahkan menjadi tekanan fisik dan mental bagi tenaga medis, yang berujung pada hilangnya empati terhadap rakyat kecil. Sebuah urgensi bagi pemerintah untuk tidak hanya mengaudit teknis rumah sakit, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan psikologis nakes demi menjaga marwah kode etik kedokteran.

Oleh: MG7 Agu
Setahun Sekolah Rakyat, Ambisi Besar Tapi Kacau Tata Kelola

Setahun Sekolah Rakyat, Ambisi Besar Tapi Kacau Tata Kelola

Artikel ini mengulas perjalan satu tahun Sekolah Rakyat yang berada di antara visi filantropis memutus kemiskinan dan risiko ekspansi ugal-ugalan. Di balik ambisi menjangkau 500 sekolah, program ini menghadapi tantangan krisis guru, fasilitas transisional, hingga potensi kebocoran anggaran triliunan rupiah.

Oleh: MG6 Agu
Membaca Statemen Prabowo Soal Nuklir Dalam Lanskap Politik Global

Membaca Statemen Prabowo Soal Nuklir Dalam Lanskap Politik Global

Analisis terhentinya siaran langsung pidato Presiden Prabowo Subianto dan kaitannya dengan dinamika geopolitik global. Dari status nuklir Iran hingga lonjakan yield SBN, ketegangan Timur Tengah kini berdampak langsung pada stabilitas ekonomi serta daya beli masyarakat Indonesia.

Oleh: MG5 Agu
Ketika Manusia Menjadi Konten

Ketika Manusia Menjadi Konten

Tidak ada yang menyangka bahwa percakapan singkat di sebuah stan pameran otomotif dapat berubah menjadi perdebatan nasional mengenai etika, privasi, dan masa depan masyarakat digital Indonesia.

Oleh: Leqom4 Agu
Dari Matraman ke Tabanan: Membaca Wajah Konflik Sosial

Dari Matraman ke Tabanan: Membaca Wajah Konflik Sosial

Konflik sosial tidak pernah lahir dari ruang kosong. Ia merupakan akumulasi dari ketegangan ekonomi, politik, budaya, psikologis, dan kelembagaan yang kemudian menemukan momentum untuk meledak.

Oleh: Leqom3 Agu
Sebuah Dapur di Mana Kebijakan Berantakan: Ketika Piring Makan Anak Sekolah Bertemu Bersih-bersih Birokrasi

Sebuah Dapur di Mana Kebijakan Berantakan: Ketika Piring Makan Anak Sekolah Bertemu Bersih-bersih Birokrasi

“Ada masa ketika urusan perut rakyat dianggap sebagai urusan paling sederhana dalam politik. Anda lapar, negara memberi makan. Begitu logikanya. Namun, di sebuah republik yang dibesarkan oleh retorika besar dan birokrasi yang gemuk, urusan membagikan sepiring nasi dan sepotong tempe bisa mendadak berubah menjadi drama kolosal tentang ketidakdisiplinan, judi online, hingga ribuan dapur yang gulung tikar.”

Oleh: PFS31 Jul
Presiden Prabowo Sahkan Kenaikan Tukin TNI dan Kemhan: Akhir Penantian Delapan Tahun bagi Kesejahteraan Prajurit

Presiden Prabowo Sahkan Kenaikan Tukin TNI dan Kemhan: Akhir Penantian Delapan Tahun bagi Kesejahteraan Prajurit

Presiden Prabowo Subianto resmi mengesahkan kenaikan Tunjangan Kinerja (Tukin) bagi personel TNI dan pegawai Kemenhan melalui Perpres No. 42 dan No. 43 Tahun 2026. Kebijakan ini mengakhiri penantian selama delapan tahun (sejak 2018) dan menjadi bentuk apresiasi negara atas keberhasilan reformasi birokrasi serta meluasnya beban tugas prajurit. Besaran tunjangan yang baru berkisar dari Rp2,5 juta untuk pangkat terendah (Kelas 1) hingga Rp48,6 juta untuk Kepala Staf Angkatan. Langkah strategis ini diharapkan menjadi pendorong moral, profesionalisme, serta kesiapan operasional pertahanan negara.

Oleh: lis31 Jul
URI Konsepnya Belum Jelas

URI Konsepnya Belum Jelas

Ada satu pertanyaan yang selalu muncul ketika sebuah negara membangun institusi khusus untuk menyiapkan pemimpin masa depan. Apakah negara sedang membangun sistem pendidikan? Atau sedang membangun sistem kaderisasi kekuasaan?

Oleh: Leqom27 Jul
Sebelumnya
Halaman 1 dari 3
Selanjutnya